KLIK dan DAFTAR SEKARANG DI AGROSUKSES: Dapatkan Pendanaan, Permodalan, Pemasaran, Kemitraan, dan lain-lain khusus di bidang: Perikanan, Perkebunan, Pertanian, Peternakan, Kehutanan, dan Agroindustri. (AGROSUKSES, Mitra Agro Terpercaya Sejak 2013).

CARA PESAN: (1). Transfer ke Rekening Mandiri: 127.000.631.8081 a/n PT. Agromania Mitra Artha uang sejumlah Rp 425.000. (2). Setelah transfer, infokan ke kami via SMS/WA ke nomor: 0822-4665-9164 dengan format "Ekspor, Nama Anda, Alamat Lengkap Anda". Contoh: Ekspor, Mira, Jl. Belimbing no.9 Kemang Timur Jaksel 12150. (3). Pesanan Anda langsung dikirim dan resi pengiriman kami kirim ke nomor Anda agar Anda bisa melacak pengiriman.

SEDIKIT INFO: Bisnis ikan sidat semakin banyak dilirik orang. Ikan asli Indonesia yang bernama latin anguilla sp dan mengandung gizi yang sangat tinggi (mengalahkan ikan salmon) ini telah membawa berkah pundi2 rejeki bagi banyak orang: mulai dari remaja, ibu rumah tangga, wiraswasta, karyawan, hingga pensiunan. Peluang bisnis terbaik saat ini dan bisa dilakukan oleh siapa saja.
Hosting Unlimited Indonesia
Tampilkan postingan dengan label Kunyit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kunyit. Tampilkan semua postingan

Seputar Tanaman Kunyit (Kunir) (Bagian 2)

Hasil kunyit
Data tentang produktivitas tanaman kunyit per ha di Indonesia hingga saat ini belum cukup jelas. Di luar negeri di mana Curcuma domestica sudah diusahakan secara luas, misalnya di Trinidad (Amerika Tengah) tercatat hasil kunyit per ha, sebagai berikut: 12.000 - 20000 lbs/acre ± 13,5 - 22,5 ton basah/ha atau 3,36 - 5,6 ton kering/ha.

Serba-serbi tentang kunyit di Guadalcanal
Di Guadalcanal (Lautan Teduh) telah dikembangkan penanaman turmeric atau kunyit untuk dijadikan bahan ekspor nonmigas. Untuk keperluan tersebut telah diadakan percobaan-percobaan dengan jenis kunyit ex. Madras (C. domestica) dan jenis Allepey. Tanaman tersebut ditanam dengan jarak 0,6 x 0,6 meter dan dipungut hasilnya pada umur 13 bulan, hasilnya sebagai berikut:
- Setelah rimpang yang berbentuk gumpalan dibongkar dan di- bersihkan dari tanah, kemudian dipotong-potong berukuran sedang, dimasak dalam drum selama tiga jam. Agar rimpang tidak melekat pada dasar drum, dasarnya ditutup dengan daun- daun kunyit.
- Setelah penggodokan selesai, rimpang ditapis, kemudian dima¬sukkan ke dalam rumah pengeringan.
- Pengeringan dilaksanakan dengan udara yang dipanaskan selama 48 jam dengan suhu 60°C.
- Setelah cukup kering potongan rimpang dimasukkan ke dalam drum yang berpusar untuk mengalami pemolesan (pembersihan kulit). Proses pemolesan ini terjadi karena pergesekan antar- rimpang.
- Setelah pemolesan selesai, diadakan penyortiran menurut besar- kecilnya rimpang.

Dari percobaan tersebut, dinyatakan hasil-hasil sebagai berikut:
- Jenis Allepey 31,9 ton basah = 5,0 ton kering.
- Jenis Madras 21,1 ton basah = 3,4 ton rimpang kering. Dalam bidang perabukan, dinyatakan bahwa perabukan dengan rabuk kalium (ZK) dapat meningkatkan hasil hingga 38% daripada yang tidak dirabuk. Sayang tidak dinyatakan banyaknya rabuk yang diberikan untuk setiap ha-nya.

Pengolahan kunyit di India
Pada prinsipnya pengolahan kunyit di India sama dengan cara pengolahan di Guadalcanal. Rimpang yang sudah bersih dari tanah direbus 2-3 jam lamanya, yang besar lebih lama daripada yang kecil (kurus). Setelah direbus, dijemur di bawah terik sinar matahari. Agar merata dan cepat kering, jemuran rimpang dibolak-balik 2-3 kali setiap hari.
Pada waktu malam rimpang digosok-gosok dengan kain lap hingga bersih dan licin. Hasil akhir adalah rimpang yang cukup kering ekspor dengan mengalami penyusutan 30-40%.

Perdagangan kunyit
Hingga saat ini tampaknya perdagangan kunyit Indonesia masih lebih dominan di dalam negeri daripada untuk diekspor.
Kunyit ekspor yang berkualitas tinggi dihasilkan oleh RRC. India yang merupakan pengekspor kunyit yang terbesar di seluruh dunia (sebelum perang, rata-rata 2000-5000 ton kunyit kering/ tahun). Kualitas kunyitnya termasuk kualitas yang tergolong menengah seperti kunyit Indonesia. Sebelum perang, ekspor Indonesia ke Singapura (dari Palembang) rata-rata 65 ton/tahun.

Daya guna rimpang kunyit
Di Indonesia pemanfaatan rimpang kunyit, sudah mendarah daging di seluruh lapisan masyarakat yang digunakan untuk bahan penyedap makanan dan obat-obatan. Dalam bidang pengobatan tampak adanya kemunduran dalam pengetahuan tentang khasiat kunyit. Terutama di kota-kota besar tentang orientasi masyarakat lebih banyak ditujukan pada obat-obatan modern (kimiawi) dan ramuan jamu yang mudah dibeli di toko-toko.
Pemanfaatan kunyit sebagai bahan ramuan obat tradisional tampaknya perlu digalakkan lagi. Penulis sendiri selama ini tidak pernah meninggalkan rimpang kunyit untuk menjaga kesehatan keluarga.
Di bawah ini obat-obatan yang mengandung kunyit penulis cantumkan untuk dicoba, terutama oleh keluarga yang masih berorientasi pada jamu tradisional.

a. Jamu untuk gangguan perut
Bahannya: rimpang kunyit sepanjangibujaridanberas 2-3sendok makan.
Cara membuatnya: rimpang kunyit dibersihkan, kemudian diiris- iris. Dicampur dengan beras dan goreng kering (sangray tanpa minyak) hingga menjadi arang yang menggumpal. Pada waktu panas masukkan ke dalam gelas, dan tuangkan air panas, aduk-aduk dan tutup. Biarkan hingga hangat- hangat kuku. Saring dan airnya minum. Ampasnya dapat diseduh sekali lagi. Ramuan ini baik untuk pengobatan mual, perut kembung, mules dan mencret.

b. Untuk menghilangkan bau badan
Rimpang kunyit diparut, kemudian diperas, biarkan mengendap, diminum sesudah haid, dapat menghilangkan bau yang tidak sedap, maupun bau badan yang kecut (BB).

c. Untuk kurap
Rimpang kunyit diparut, dibubuhkan kapur sedikit, dapat menyembuhkan kutu air pada kaki dan kurap (ringworm).

d. Untuk menghilangkan bau amis
Parutan kunyit yang halus dapat menghilangkan bau amis/hanyir dari daging ayam maupun ikan.

e. Untuk menyehatkan badan
Rimpang kunyit diramu dengan daun beluntas, daun miyama, daun saga, daun kemuning, daun sirih, asam kawak, gula jawa, kemudian dimasak menghasilkan jamu tradisional yang dikenal sebagai "jamu wejahan". Khasiatnya ialah:
- untuk menyehatkan badan;
- tetap awet muda;
- badan singset, gemuk tapi berisi;
- membersihkan darah setelah datang bulan.

f. Untuk mengurangi gejala sakit datang bulan
Seminggu sebelum datang haid, minum ramuan kunyit, gula jawa, dan asam kawak.

g. Untuk menambah air susu ibu
Air kunyit dapat membuat derasnya air susu ibu.

h. Untuk nasi kuning
Air kunyit setengah cangkir untuk satu liter beras dapat menghasilkan nasi kuning untuk selamatan. Air kunyit dicampur se- waktu beras masih dalam adonan.

i. Untuk lulur pengantin
Di Jawa, baik pengantin lelaki maupun pengantin perempuan agar tampak lebih cemerlang, badannya dibalur dengan air kunyit.

Read more...

Seputar Tanaman Kunyit (Kunir) (Bagian 1)

Dari famili Zingiberaceae yang praktis setiap hari kita temui adalah rimpang kunyit yang sudah hilang bentuknya namun masih ada bentuk sarinya dalam masakan.

Siapa yang tidak mengenal masakan Padang yang hampir menguasai selera rakyat dari Sabang hingga Merauke yang serba kuning warnanya? Warna kuning itu adalah akibat penggunaan rimpang kuning sebagai salah satu unsur dalam bumbu masakan Padang tersebut. Kunyit dimanfaatkan tidak hanya sebagai bahan penyedap dalam masakan Indonesia, tetapi dalam bidang pengobatan tradisional pun kunyit mempunyai kedudukan fungsional yang luas.

Di Eropa dan USA kunyit banyak dikenal sebagai bahan bumbu kari, rupa-rupa jenis makanan, parfumeri, dan sebagainya. Kunyit atau kunir merupakan salah satu jenis dari marga CURCUMA dengan nama latinnya adalah Curcuma domestica.

Nama kunyit di daerah-daerah
Setiap daerah memberikan nama yang berbeda untuk Curcuma domestica namun yang dimaksud sama saja. Di Aceh tanaman tersebut dinamakan "Runyet". Pada umumnya, di Sumatera dikenal dengan nama "kunyit", hanya di Lampung diberi nama "kunyir". Selanjutnya, tanaman tersebut di Jawa Barat dinamakan "koneng temen" atau koneng, di Jawa "kunir", di Madura "konyek", Toraja "uni", di Timor "hunik", di Irian Barat "nikwai", di Gorontalo "lawahu", di Kalimantan "henda", dan sebagainya. Jadi seluruh Indonesia mengenal Curcuma domestica.

Beberapa data botani "Curcuma Domestica"
Curcuma domestica atau kunyit merupakan tanaman daerah tropis dan banyak terdapat di India, termasuk negara-negara tetangganya, RRC, Indonesia, kepulauan Salomon (Lautan Teduh), Haiti, dan Jamaica.

Kunyit di Indonesia masih merupakan penghuni hutan-hutan. Di Jawa Timur dan Tengah kunyit masih banyak terdapat di hutan-hutan jati. Pada umumnya kunyit belum banyak diusahakan secara komersial.

Tanaman kunyit merupakan tanaman herbal seperti tanaman jahe, yang dapat hidup beberapa tahun pada suatu tempat. Walaupun mengalami masa istirahat (senescense), rimpangnya masih tetap survive di dalam tanah, siap membentuk batang-batang baru setelah hujan tiba, dan membentuk rimpang yang bersusun, cabangnya banyak sehingga membentuk gumpalan rimpang yang cukup tebal. Warna rimpang kuning keabu-abuan dan mengkilau. Induk rimpang kunyit berbentuk bulat, silindris, rimpang ranting silindris dan tumbuh berjajar ke kanan dan ke kiri, dari rimpang cabang. Daunnya berbentuk lanset dan berkelopak panjang yang menutupi batang. Bunga kunyit yang berbentuk malai tumbuh dari ketiak kelopak daun, rata-rata terdiri atas tujuh bunga berwarna kuning atau agak kuning. Buah berbentuk kotak beruang tiga.

Marga curcuma terdiri atas beberapa jenis, misalnya:
- curcuma domestica, atau kunyit;
- curcuma aeruginosa, atau temu ireng, temu hideung atau temu lotong;
- curcuma heyneana atau temu giring;
- curcuma mangga atau temu mangga, temu lalab, dan temu putih;
- curcuma xanthorhiza atau temulawak, temu koneng dan temu gede.
Pada umumnya species curcuma di lapangan terbuka bagi masyarakat awam sukar untuk dibedakan satu dengan yang lain bila hanya dilihat dari daunnya saja karena praktis sama bentuknya.

Susunan kimiawi rimpang kunyit
Warna kuning oranye daging rimpang kunyit adalah akibat adanya minyak atsiri Curcumin oil. Kadar minyak ini rata-rata 4-5%. Salah satu jenis dari luar negeri yang bernama Allepey dapat mengandung minyak hingga maksimal.
Minyak Curcumin mengandung 60% "turmerone” Salah satu komponen lain ialah minyak Zingiberene 25%, yang keseluruhannya memberi bau yang khas, yaitu bau kunyit.

Selanjutnya rimpang kunyit, mengandung 28% glukosa, 12% fructosa, 8% protein, vitamin C, dan rupa-rupa jenis zat mineral. Kandungan zat mineral kalium rata-rata cukup tinggi. Hal itu sekaligus menunjukkan bahwa kita dapat mengharapkan adanya respons yang baik dari kunyit terhadap perabukan dengan rabuk yang mengandung kalium.

Sifat-sifat minyak curcumin, ialah merupakan bahan antioxidant dan anti bakteri. Warna kuning dari curcumin, di dunia Barat dimanfaatkan sebagai zat pewarna masakan, yaitu masakan daging, pewarna minyak, lemak, sup, asinan, dan sebagainya. Di Indonesia, kunyit banyak dimanfaatkan untuk penyedap sekaligus pewarna masakan telur, daging, ikan, gulai, nasi kuning, dan sebagainya.

Budidaya tanaman kunyit
Luas tanaman kunyit di seluruh Indonesia belum dapat dikemukakan karena belum terdaftar dalam buku statistik. Sebagian besar tanaman kunyit berada di hutan. Misalnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur kunyit banyak tumbuh di hutan-hutan jati. Pada umumnya kunyit ditanam di pekarangan maupun tegalan dalam skala terbatas.

Mengingat bahwa setiap saat ada saja rimpang kunyit yang diperjualbelikan di pasar dapat disimpulkan bahwa setiap waktu dari daerah pedalaman ada saja tanaman kunyit yang sudah cukup tua ada pula tanaman baru.

Namun bagaimanapun juga saat menanam kunyit yang baik pasti ada. Saat untuk menanam rimpang kunyit yang paling baik adalah menjelang akhir musim hujan. Terlalu banyak hujan dapat mengakibatkan bibit banyak yang membusuk.
Untuk menghindarkan pembusukan, maka bila ingin menanam mulai musim hujan, buatlah guludan yang tinggi-rendahnya bergantung pada jenis tanah dan lokasinya. Sebagai bibit dimanfaatkan rimpang cabang yang sudah tampak mau tumbuh sepanjang 5 cm Jarak tanam rata-rata 60 x 30 cm.

Hingga saat ini tidak ada usaha peningkatan produksi melalui perabukan. Walaupun merupakan tanaman hutan, kunyit masih dapat bertahan di lahan yang agak cerah.

Saat memungut (panen) rimpang kunyit sering ditentukan oleh naik- turunnya harga pasar. Namun, saat yang paling baik untuk memungut rimpang kunyit adalah bila tanaman kunyit sudah berumur sembilan bulan, ketika daun dan batangnya sudah mulai mengering. Dapat pula rimpang ditahan di dalam tanah dan dibiarkan hingga berumur dua tahun.

Pengolahan rimpang kunyit
Pada umumnya, untuk pasaran dalam negeri rimpang yang sudah digali, dibersihkan dari tanah dan dipotong-potong berukuran sedang. Pemotongan yang terlalu pendek akan mengakibatkan rimpang lekas mengering. Untuk diekspor, di luar negeri (India dan negera tetangganya), rimpang kunyit setelah dipotong-potong, dibersihkan, direbus, dibersihkan lagi, dan dijemur di bawah terik matahari.


Read more...

  © Pasar Agro Online Indonesia by Agrosukses.com 2016

Back to TOP